Cisco Certified Network Associate

Cisco_CCNABelum dapat dikatakan sebagai seorang network administrator bila belum mengenal yang namanya CCNA. CCNA (Cisco Certified Network Associate) merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan Cisco yang bertujuan memvalidasi kualitas atau kemampuan dari seorang network administrator. Keuntungan bagi pemegang sertifikat ini adalah bahwa sertifikat ini tidak terbatas hanya pada produk Cisco, atau dengan kata lain seorang pemegang sertifikat CCNA telah dibekali suatu ilmu yang cukup fundamental dalam mengoperasikan dan memecahkan permasalahan jaringan sehingga ilmu tersebut dapat diterapkan juga pada produk-produk vendor lain seperti misalnya Juniper, Huawei, Mikrotik dan sebagainya.

Saat ini, secara keseluruhan ada 4 tingkatan sertifikasi karier Cisco yaitu dimulai dari tingkatan entryassociateprofessional dan expert. Dalam sertifikasi Cisco, ditawarkan juga berbagai bidang spesialis (konsentrasi) dalam dunia IT networking seperti Routing and Switching, Design, Network security, Service provider, storage networking, voice, wireless. Dalam artikel ini, akan diulas berbagai macam sertifikat yang ditawarkan oleh Cisco hingga tingkatan associate.

  1.  CCENT (Cisco Certified Entry Networking Technician)

CCENT merupakan sertifikasi tingkatan paling awal. Dalam sertifkasi ini diharapakan sang kandidat memiliki kemampuan untuk memasang, mengoperasi dan menyelesaikan permasalahan untuk jaringan enterprise berskala kecil. Secara garis besar, kurikulum yang ditawarkan meliputi dasar-dasar networking, teknologi WAN, dasar keamanan jaringan, routing dan switching dan konfigurasi jaringan enterprise berskala kecil. Syarat yang diperlukan dalam memperoleh sertifikat CCENT adalah lolos ujian 640-822 Interconnecting Cisco Networking Device Part 1 (ICND1).

  1.  CCNA (Cisco Certified Network Associate) 

CCNA merupakan sertifikasi tahap lanjutan dari CCENT. Pemegang sertifikat CCNA diharapkan telah mampu menginstalasi, mengkonfigurasi, mengoperasikan dan menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada jaringan entreprise yang berskala menengah dan kecil termasuk di dalamnya mengimplementasi dan menverifikasi koneksi switch antar jaringan. Selain itu, kandidat yang telah lulus CCNA telah memiliki pengetahuan yang cukup komprehensif mengenai fundamental wireless networking, dasar-dasar keamanan jaringan, TCP/IP, VLSM, CIDR, RIP, EIGRP, OSPF, NAT, ACL,VLAN, dan koneksi WAN. Syarat yang dibutuhkan dalam memperoleh sertifikat CCNA adalah lulus ujian 640-802 CCNA atau lulus ujian 640-816 ICND2 (khusus bagi yang sudah memperoleh sertifikat CCENT).

  1.  CCDA (Cisco Certified Design Associate)

CCDA merupakan sertifikat tingkat fondasi dalam sertifikat perancangan jaringan. Seorang kandidat yang telah lulus CCDA diharapkan memiliki kemampuan untuk mendesain infrastruktur jaringan seperti LAN, WAN, dan broadband access untuk kebutuhan bisnis dan organisasi. Untuk informasi lebih detail mengenai kurikulum yang ditawarkan dalam sertifikat CCDA dapat Anda akses pada link yang telah disediakan. Syarat yang diperlukan dalam memperoleh sertifikat CCDA adalah lolos ujian 640-863 Designing for Cisco Internetwork Solutions. Pihak Cisco menganjurkan bagi kandidat yang hendak mengambil sertifikat CCDA harus telah memiliki pengetahuan jaringan yang setara dengan pemegang sertifikat CCNA dan juga pengetahuan lainnya di bidang BCMSN (Building Converged Cisco Multilayer Switched Networks).

  1.  CCNA Security

Bagi mereka yang ingin berkonsentrasi pada bidang sekuriti jaringan, CCNA Security merupakan pilihan yang tepat. Bagi kandidat yang telah lulus CCNA Security, mereka telah memiliki keahlian-keahlian dalam mengembangkan infrastruktur keamanan jaringan, mampu mengenal ancaman dan kelemahan dalam jaringan, dan mampu mengurangi tingkat bahaya keamanan jaringan. Dalam kurikulum CCNA Security menekankan pada teknologi core security, keamanan network devices Cisco, implementasi AAA, Cisco IOS firewall, Cisco IOS IPS, dan VPN dan macam-macam teknologi sekuriti lainnya. Syarat yang diperlukan dalam memperoleh sertifikat CCNA Security adalah memiliki sertifikat CCNA yang masih valid dan lolos ujian 640-553 Implementing Cisco IOS Network Security.

  1.  CCNA Voice

Sertifikat CCNA Voice bertujuan memvalidasi kemampuan seorang network administrator dalam menangani jaringan voice. Seorang pemegang sertifikat CCNA Voice telah mampu mendemonstrasikan keahlian-keahlian dalam melakukan instalasi, pengoperasian, dan perawatan pada jaringan Cisco VoIP. Kurikulum yang ditawarkan pada CCNA Voice meliputi teknologi VoIP seperti IP PBX, IP telephony, call control dan voicemail dan teknologi PSTN. Syarat yang diperlukan dalam memperoleh sertifikat CCNA Voice adalah memiliki sertifikat CCNA yang masih valid dan lolos ujian 640-460 Implementing Cisco IOS Unified Communications.
6. CCNA Wireless

Dalam sertifikasi CCNA Wireless ditekankan pada topik-topik yang lebih detail seputar dunia wireless. Dengan adanya sertifikasi CCNA Wireless, seorang network professional telah dapat melaksanakan implementasi jaringan WLAN secara baik dan benar dalam sebuah jaringan enterprise. Syarat yang diperlukan dalam memperoleh sertifikat CCNA Wireless adalah memiliki sertifikat CCNA yang masih valid dan lolos ujian 640-721 Implementing Cisco Unified Wireless Networking Essentials.

Berikut ini disajikan bagan alur sertifikasi CCNA untuk memperjelas keenam macam sertifikasi di atas:

bagan

Sertifikat yang dikeluarkan oleh pihak Cisco untuk keenam macam sertifikat di atas memiliki masa validasi selama 3 tahun. Dalam proses men-sertifikasi ulang, Anda dapat mengikuti ujian ulangan lagi untuk sertifikasi yang sama atau mengambil sertikasi lain yang lebih tinggi atau sederajat. Contoh kasus, si A telah berhasil lulus CCNA pada awal tahun 2009 maka sertifikat CCNA-nya berlaku hingga akhir tahun 2011. Akan tetapi, pada tahun awal 2010, si A berhasil lulus CCNA Security sehingga sertifikat CCNA dan CCNA Security-nya disertifikasi hingga akhir tahun 2012.

Sumber:

Peluang Usaha di Bidang TI (Technopreneurship)

microsoft-apple-googleTechnopreneurship merupakan sebuah istilah wirausaha yang dikhususkan bagi wirausahawan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple), Sergey Brin & Larry Page (Google), Mark Zuckenberg (Facebook), Jack Dorsey (Twitter), serta Kevin Systorm (Instagram) ialah beberapa contoh wirausahawan yang bergerak di dunia teknologi informasi.

A.     Proses mencari informasi peluang usaha

Informasi sangat penting dalam mencari peluang-peluang yang ingin kita ketahui sebagai wahana keterbukaan kita kepada bermacam-macam berita yang ada di lingkungan kita. Banyak informasi yang sering terabaikan, hal ini disebabkan oleh kekurangmampuan kita dalam mengenali dan menggali peluang-peluang yang ada. Banyak sumber untuk memperoleh informasi, dari mulai media cetak sampai pada media elektronik. Semakin lengkap sumber-sumber informasi yang ada tentu semakin mempermudah kita untuk memperoleh informasi mengenai peluang berbisnis. Kecanggihan teknolgi dan sumber informasi yang banyak sebagi contoh: majalah, Koran, televise, brosur, pamphlet, baligo, buku, internet, radio, dan lain-lain. Media-media informasi itu harus kita manfaatkan secara maksimal agar timbale balik manfaat yang ada mengarah kepada kita sebagai pencari informasi terutama informasi peluang bisnis. Berikut beberapa tips dalam mencari informasi peluang bisnis :

  • Informasi tentang kepribadian dan kemampuan dirinya -> Temukenali Diri Anda
  • Peluang yang dapat diraih
  • Kebutuhan dan keinginan konsumen
  • Lingkungan yang dihadapi
  • Situasi persaingan
  • Dukungan dan trend kebijakan pemerintah

 

B.     Tahapan pengembangan usaha

Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam proses pengembangan usaha yaitu :

  1. Ide Usaha
  2. Kelayakan (business plan)
  3. Implementasi (business process)
  4. Prestasi

 

C.     Sumber ide usaha

Ide usaha dapat diperoleh dari berbagai sumber diantaranya :

  • Berdasarkan hobi
  • Berdasarkan keahlian ( contoh : latar belakang pendidikan)
  • Merupakan usaha warisan
  • Membuat inovasi baru
  • Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar

D.     Faktor utama sebelum memulai usaha

Terdapat beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum memulai usaha , yaitu :

  • Faktor kelayakan pasar
  • Faktor kesukaan
  • Faktor keahlian atau familiaritas
  • Faktor dana
  • Faktor bahan baku
  • Faktor sumber daya manusia dan teknologi
  • Faktor kepribadian

 

E.      Perkembangan bisnis TI dunia

Mungkin setiap orang saat ini sangat bergantung sekali kepada komputer, keberadaan komputer saat ini bukan lagi merupakan barang mewah, Alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk dalam dunia pendidikan.


Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat membuat perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK.

Melalui perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, kita bisa mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. TIK akan memudahkan kita, mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, wanita pun begitu, sekarang, tidak sedikit negara yang menyerahkan teknologi informasi dan komunikasi kepada wanita, wanita dinilai lebih cekatan dalam mengembagkan bisnis di bidang TIK.

Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga kita dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang.

Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

Sedangkan Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.

TIK pun sekarang digunakan di bidang ekonomi, upaya keras dari pemerintah untuk membangun sarana dan fasilitas teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan interakasi ekonomi-sosial masyarakat dan sektor produksi. Oleh sebab itu pemerintah berupaya keras untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Instrumen yang digunakan selama ini adalah melalui badan usaha operator telekomunikasi yang melakukan usaha/bisnis layanan telekomunikasi melalui layanan fixed line, seluler, atau satelit. Secara teknis cara ini telah berhasil membuat fasilitas telekomunikasi menjangkau seluruh wilayah geografis Indonesia (dari Sabang sampai Merauke). Namun keterjangkauan teknis-geografis ini tidak membuat sistem telekomunikasi terjangkau bagi masyarakat, yang merupakan sasaran utama.

didalam perkembangan bisnis di dunia it sendiri terdapat jenis dan tipe bisnis Terdapat 2 macam bisnis informatika yaitu produk dan jasa.

1. Produk

  • Hardware / Perangkat Keras
  • Software / Perangkat Lunak

2. Jasa

  • Aplikasi
  • e-commerce
  • Infrastruktur informasi dan komputer

Software

Adalah bisnis yang melakukan pejualan terhadap software/perangkat lunak. Biasanya menerima pemesanan software sesuai kebutuhan perusahaan yang membutuhkan.

Infrastruktur

Adalah bisnis Informatika yang menyediakan sebuah layanan informasi dan komputer, seperti Internet Service Provider, Jaringan Komputer, dll.

E-commerce

Internet berkembang menjadi saluran distribusi global utama untuk produk jasa, lapangan pekerjaan bidang manajerial dan professional.

E-commerce dapat didefinisikan dari beberapa perspektif :

  1. Komunikasi : pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan computer atau sarana electronic lainnya.
  2. Perdagangan : penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa, dan informasi untuk internet atau fasilitas online lainnnya.
  3. Proses Bisnis : menjalankan proses bisnis secara elektronik melalui jaringan elektronik, menggantikan proses bisnis dengan informas
  4. Layanan : cara bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya pelayanan/operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen.

Sumber:

Cybercrime

CybercrimePercepatan teknologi semakin lama semakin cepat yang menjadi sebab material perubahan yang terus menerus dalam semua interaksi dan aktivitas masyarakat informasi. Era informasi ditandai dengan aksesibilitas informasi yang amat tinggi. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan dunia maya.

Cybercrime didefinisikan sebagai kejahatan komputer. Menurut Mandell :

  1. Penggunaan komputer untuk melaksanakan perbuatan penipuan, pencurian atau penyembunyian yang dimaksud untuk memperoleh keuntungan keuangan, keuntungan bisnis, kekayaan atau pelayanan.
  2. Ancaman terhadap komputer itu sendiri, seperti pencurian perangkat keras atau lunak, sabotase dan pemerasan.

Pada dasarnya Cybercrime meliputi tindak pidana yang berkenaan dengan sistem informasi, baik sistem komunikasi yang merupakan sarana untuk penyampaian/pertukaran informasi kepada pihak lainnya.

Macam – macam Cybercrime :

  • Financial Fraud –> contoh : credit card fraud , money laundering
  • Cyber pornography –> contoh : human trafficking
  • Online gambling  (hanya untuk daerah2 tertentu)
  • Intellectual property crime –> contoh : pemabajakan software, pencurian source code program
  • Email spoofing –> contoh : email / akun palsu sebagai seseorang untuk menjatuhkan nama baik
  • Forgery (pemalsuan) –> contoh : pemalsuan tanda tangan / stempel
  • Cyber defamatory (pemfintnahan) –> contoh : menyebarkan fakta palsu di forum / blog
  • Cyber stalking –> contoh : meneror seseorang dengan email / forum / chat

Beberapa bentuk Cybercrime di dunia maya yaitu :

  1. Typo site : Pelaku membuat nama situs palsu yang sama persis dengan situs asli dan membuat alamat yang mirip dengan situs asli. Pelaku menunggu kesempatan jika ada seorang korban salah mengetikkan alamat dan masuk ke situs palsu buatannya. Jika hal ini terjadi maka pelaku akan memperoleh informasi user dan password korbannya, dan dapat dimanfaatkan untuk merugikan korban. (contoh nyata adalah kasus typo site : http://www.klikbca).
  2. Keylogger/keystroke logger : Modus lainnya adalah keylogger. Hal ini sering terjadi pada tempat mengakses Internet umum seperti di warnet. Program ini akan merekam karakter-karakter yang diketikkan oleh user dan berharap akan mendapatkan data penting seperti user ID maupun password.
  3. Sniffing : Usaha untuk mendapatkan user ID dan password dengan jalan mengamati paket data yang lewat pada jaringan komputer.
  4. Web Deface: System Exploitation dengan tujuan mengganti tampilan halaman muka suatu situs.
  5. Denial of Service : Membanjiri data dalam jumlah sangat besar dengan maksud untuk melumpuhkan sistem sasaran.
  6. Virus : Menyebarkan virus dengan tujuan untuk melumpuhkan sistem komputer, memperoleh datadata dari sistem korban dan untuk mencemarkan nama baik pembuat perangkat lunak tertentu.

Cara Mencegah dan Menghindari Cybercrime

  1. Gunakan Security Software yang Up to Date

Pembaruan ini sangat berguna bagi pengguna yang cukup sering menggunakan koneksi internet. Disarankan bagi para pemilik gadget menggunakan Security Software untuk membuka akses ke internet. Hal ini harus dilakukan minimal dua atau tiga kali dalam seminggu.

  1. Melindungi Komputer

Demi menjaga keamanan, paling tidak Anda harus mengaplikasikan tiga program, yaitu antivirus, antispyware, dan firewall.

  1. Buat Password yang sangat sulit

Bagaimana dengan password akun-akun anda seperti email, akun jejaring social atau akun tabungan online anda? sudah kah menggunakan password yang susah di tebak? Jika belum cepat ganti password akun-akun anda untuk mencegah terjadinya cybercrime terhadap anda. Bila bisa masukan campuran huruf  kecil, besar dan angka pada setiap akun anda agar memperkuat kata sandi anda.

  1. Membuat Salinan

Sebaiknya para pengguna komputer memiliki salinan dari dokumen pribadinya, entah itu berupa foto, musik, atau yang lainnya. Ini bertujuan agar data Anda masih tetap bisa terselamatkan bila sewaktu-waktu terjadi pencurian data atau ada kesalahan pada sistim komputer Anda.

  1. Jangan Sembarangan Mengklik Link yang Muncul di Social Network

Entah melalui Facebook, Twitter, atau Blog, sering kita temui link yang menarik perhatian. Walaupun tidak mengetahui jelas soal apa link tersebut, sajian yang menarik berupa iklan atau sekedar kuesioner dan angket membuat kita membukanya. Tidak sedikit hal ini dijadikan peluang cybercrime atau penyebaran virus komputer.

Contoh Cybercrime di Indonesia

Kasus lainnya, dunia perbankan dalam negeri digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu, layanan perbankan lewat Internet BCA lewat situs-situs “aspal”, jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut, identitas pengguna (user id) dan nomor identifikasi personal (PIN) dapatditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya.

Sejarah dan Perkembangan Cybercrime di Indonesia  

Di Indonesia sendiri juga sebenarnya prestasi dalam bidang cybercrime ini patut diacungi dua jempol. Walau di dunia nyata kita dianggap sebagai salah satu negara terbelakang, namun prestasi yang sangat gemilang telah berhasil ditorehkan oleh para hacker, cracker dan carder lokal. Virus komputer yang dulunya banyak diproduksi di US dan Eropa sepertinya juga mengalami “outsourcing” dan globalisasi. Di tahun 1986 – 2003, epicenter virus computer dideteksi kebanyakan berasal dari Eropa dan Amerika dan beberapa negara lainnya seperti Jepang, Australia, dan India. Namun hasil penelitian mengatakan di beberapa tahun mendatang Mexico, India dan Africa yang akan menjadi epicenter virus terbesar di dunia, dan juga bayangkan, Indonesia juga termasuk dalam 10 besar. Seterusnya 5 tahun belakangan ini China , Eropa, dan Brazil yang meneruskan perkembangan virus-virus yang saat ini mengancam komputer kita semua.

Sumber:

Etos Kerja Bangsa Jerman

deutschlandkarte_03Dalam hal etos kerja negara yang duabelas tahun periode Adolf Hitler merupakan aib bagi bangsa Jerman yang sebelumnya dikenal sebagai negara yang telah melahirkan filsuf-filsuf besar, penulis, komposer, dan ilmuwan setara Albert Einstein. Sisi gelap itu terus membayangi bangsa ini, hingga kini.

”Mungkin akan sulit bagi orang asing untuk mengerti betapa beban masa lalu itu telah memengaruhi bangsa Jerman di segala hal,” kata Klaus Liedtke, Pemimpin Redaksi National Geographic Jerman, yang dilahirkan pada tahun 1944. ”Selama 20 tahun pertama setelah perang berakhir, kami selalu dihadapkan dan diingatkan pada rasa bersalah itu dan kami tidak bisa hidup normal,” katanya. ”Tahun-tahun kehidupan awal saya sangat berat. Saya selalu merasa malu dengan negara saya. Dan di sekolah semua keburukan ini diajarkan dan ditanamkan.

Sulit bagi kami untuk merasa bangga terhadap negara ini. Karena yang orang luar lihat tentang Jerman hanyalah 12 tahun masa kepemimpinan Hitler, bahwa Jerman adalah negara yang menyerang Eropa dua kali dan melakukan kejahatan perang,” ujarnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Eurobarometer, Jerman memiliki peringkat terendah di antara 25 anggota Uni Eropa dalam hal kebanggaan nasional (national pride). Sedangkan survei yang dilakukan majalah Spiegel terhadap 1.000 responden bulan Maret 2005 menunjukkan bahwa nilai ”kesadaran nasional” (national consciousness) merupakan nilai yang paling rendah (26-31 persen) di antara nilai-nilai lainnya yang dianggap penting dalam kehidupan rakyat Jerman. Nilai yang tertinggi peringkatnya adalah kejujuran dan integritas (81-83 persen).

Setelah perang dunia berakhir, kami berhasil dengan baik di bidang ekonomi, tapi kami tak terlalu berhasil dalam cara kami memperlakukan masa lalu,” kata Marianne Zepp, Ketua Departemen Sejarah dan Demokrasi dari Heinrich Boll Foundation. Zepp menganggap sisi gelap sejarah Jerman sebagai ”bagian dari identitas” bangsanya. Sisi ini akan muncul ke permukaan setiap kali warga Jerman dihadapkan pada pertanyaan menyangkut perang dan perdamaian, isu Israel dan Yahudi, ataupun isu rasisme dan radikalisme.

Generasi pasca-Perang Dunia II adalah yang paling merasakan beban ini karena setidaknya ada anggota keluarga mereka yang ”tersangkut” dengan aib itu. Prof Dr Wolfgang Wippermann, ahli sejarah modern dari Friedrich-Meinecke Institut, Freie Universitat Berlin, mengenang betapa ia dan rekan segenerasinya sulit untuk terbebas dari ikatan ”keterlibatan” itu.

Proses panjang

Penerimaan terhadap aib di masa lalu menjadi sebuah proses panjang dan bertahap. Usai PD II negeri ini hancur berkeping-keping dan ada sekitar 10 juta penduduk yang kehilangan tempat tinggal. Belum lagi para pengungsi yang terusir dari kediamannya setelah wilayah Jerman dipangkas berdasarkan kesepakatan Postdam. Rakyat Jerman memang tak memiliki pilihan. Untuk bisa bertahan hidup, mereka harus bangkit dan berkonsentrasi penuh pada gagasan ”pembangunan kembali”. Membangun kembali ekonomi, kota-kota yang hancur, dan tentunya membangun kembali kehidupan mereka.

”Rakyat Jerman harus bekerja untuk bertahan hidup. Selama 30 tahun mentalitas ini berkembang bahwa Anda harus bekerja keras setiap hari, bahwa Anda harus menciptakan keajaiban ekonomi, dan seandainya Anda berhasil mungkin tetangga-tetangga Anda akan melupakan kejahatan yang telah Anda lakukan di PD II. Dengan kata lain, rakyat Jerman saat itu telah membantu memunculkan etos negeri ini yang dikaitkan dengan kerja keras dan mengejar pertumbuhan ekonomi,” kata Klaus Liedtke.

Pihak Sekutu mengerahkan segala cara agar militerisme Jerman tidak bisa bangkit lagi, antara lain melalui ”De-Nazifikasi”. Di satu sisi, Sekutu ingin ”menghukum” Jerman, tapi di sisi lain mereka juga berhati-hati dalam langkahnya agar rakyat tidak berpaling pada komunisme jika perekonomian memburuk.

Perang Dingin pada akhirnya mengubah pendekatan Sekutu. Hal itu tercermin dalam kebijakan ekonomi yang diterapkan melalui Marshall Plan atau Europe Recovery Programme. Pada intinya, AS menganggap bahwa sebuah Eropa yang sejahtera membutuhkan kontribusi ekonomi dari sebuah ”Jerman yang stabil dan sejahtera”.

Marshall Plan telah ”berjasa” dalam hal mendepolitisasi industri, di mana industri lebih terfokus pada peningkatan produktivitas. Karyawan yang rela digaji rendah, tingkat aksi pemogokan yang rendah, dan menurunnya karakter militansi dalam tubuh asosiasi buruh, ikut mempercepat pergerakan ekonomi di Jerman. Inilah yang disebut psikologi ”rebuilding”. (Mary Fulbrook, hal 182).

”Jangan lupa, bangsa Jerman tidak bangkit dengan sendirinya. Selain ada Marshall Plan, Jerman juga memperoleh keuntungan dari Perang Korea tahun 1950 dan Perang Vietnam,” kata Sven Hansen, editor Asia-Pasifik surat kabar Die Tageszeitung.

Kesuksesan ekonomi menjadi faktor signifikan dalam mengarahkan rakyat Jerman untuk komit terhadap nilai-nilai demokrasi. ”Demokrasi bukan hanya soal parlemen atau pembagian kekuasaan antara eksekutif dan legislatif. Demokrasi juga sangat terkait dengan masa lalu sebuah bangsa dan ketika kita menyadarinya bahwa kesalahan itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Wippermann yang bangga bahwa para mahasiswanya yang berusia 30 sampai 40 tahun lebih muda dari dirinya dan sama sekali tak memiliki kontak dengan periode Hitler, tetap kritis dalam menilai sejarah Jerman.

”Tujuan kita bukanlah bagaimana menguasai masa lalu, tapi bagaimana kita belajar dari sejarah, dan kemudian menjadikannya sebagai bagian integral dari identitas nasional kita,” lanjutnya.

Dari wacana di atas dapat disimpulkan bahwa walaupun Bangsa Jerman yang memiliki sejarah yang cukup kelam, hal itu tidak menjadikan Jerman semakin terpuruk. Hal yang terjadi ialah sebaliknya, Jerman selalu belajar dari masa lalu, belajar dari sejarah dan sampai sekarang Jerman menjadi negara yang maju. Peningkatan ekomoni yang ada pada negara ini juga berkat pembentukan karakter budaya bangsa ini khususnya dalam kegiatan komunikasi bisnis. Karakteristik dari budaya bisnis negara ini pun sangat kental dengan jati diri dari orang-orang yang membangun dan merintis negara ini menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbaik diantara negara-negara maju yang ada di dunia seperti Amerika, Perancis, Inggris, Jepang maupun negara-negara timur tengah.

Hal ini dapat dibuktikan dengan konsistennya negara ini di saat badai krisis ekonomi yang melanda negara-negara pada kawasan uni eropa beberapa waktu yang lalu. Jerman dapat bertahan serta masih tetap eksis sebagai negara dengan kekuatan ekonomi tertinggi di antara negara-negara yang ada di benua eropa. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita membahas karakteristik budaya bisnis dari negara ini sebagai sebuah pengetahuan yang dapat berguna di masa yang akan datang. Juga sebagaimana Indonesia merupakan negara yang berkembang, sehingga dengan mempelajari dan memahami budaya tersebut agar dapat memudahkan masyarakat negara Indonesia menjalin hubungan kerja sama dengan negara Jerman. Berikut ulasan mengenai karakteristik budaya bisnis Jerman.

Karakteristik budaya bisnis Jerman

Karaktristik budaya bisnis Jerman adalah bersikap monokronik terhadap penggunaan waktu, misalnya hasrat menyelesaikan serangkaian tindakan sebelum memulai tindakan lain; keyakinan yang kuat bahwa mereka adalah negosiator yang jujur dan terus terang; dan cendrung bersikap lugas dan menyampaikan ketidak stujuan secara terbuka daripada menunjukkan kesopanan atau diplomasi.

Perusahaan Jerman adalah entitas tradisional yang bergerak lambat, yang dibebani oleh petunjuk-petunjuk, sistem dan jalur-jalur hierarkis yang oleh orang-orang Eropa dan Amerika Serikat dianggap terlalu kaku dan ketinggalan zaman. Hierarki bersifat perintah, yang seringkali mengakibatkan rasa hormat yang berlebihan kepada seorang atasan langsung dan CEO (Chief Executive Officer).

Bos pada orang Jerman adalah orang yang punya privasi tinggi, yang biasanya duduk terpisah di kantor yang besar di balik pintu yang tertutup. Para eksekutif Amerika dan Skandinavia lebih menyukai kebijakan pintu terbuka dan mengelilingi koridor dan berbincang-bincang dengan rekan sekerja. Komunikasi horizontal ini sangat berbeda dengan sisitem vertical Jerman, di mana interaksi hanya disampaikan kepada bawahan langsung, dan disimpan dengan kaku pada bagian (departemen) seseorang.

Di banyak negara terdapat persaingan bagian, tetapi ketika berhubungan dengan orang Jerman kita harus ingat bahwa orang Jerman bisa sangat sensitive dalam hal ini. berusahalah selalu untuk menemukan orang yang tepat untuk memperoleh tiap pesan. Jika anda menghina orang Jerman, ia akan mengingatnya untuk waktu yang panjang.

Orang Jerman sangat menghormati harta milik dan kekayaan. Bangunan yang kokoh, mobil dan pakaian yang bagus adalah penting bagi mereka dan mereka akan membuat kita terkesan dengan semua ini. Kita harus mengakui kehebatan harta milik orang Jerman dan merasa enggan untuk memamerkan kekuatan, fasilitas kita, dan lain-lain. Orang Jerman berharap percaya bahwa kita sekuat mereka.

Ketika mengiklankan produk perusahaan mereka, sebaiknya kit memasukkan rincian sebanyak mungkin. Orang Jerman tidak terkesan dengan iklan televisi yang mencolok, selogan yang cerdik, atau ilustrasi yang artistic. Surat kabar mereka penuh dengan iklan yang factual dan padat, yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya dalam ruang yang tersedia. Brosur yang ditujukan untuk pasar jerman dapat dibenarkan sepenuhnya di kemudian hari. Tidak peduli seberapa panjang dan membosankannya brosur itu, orang Jerman akan membacanya. Mereka juga mengharapkan produk kita benar-benar sesuai dengan gambaran yang diberikan.

Orang Jerman mempunyai gaya yang tersendiri dalam mengadakan pertemuan dan negosiasi. Kita mungkin melihat bahwa prosedur yang diadakan perusahaan besar jerman jauh lebih formal dibandingkan dengan prosedur di negara kita. Biasanya disarankan agar kita melakukan pendekatan yang agak lebih formal dengan orang jerman pada pertemuan, juga untuk memperhatikan karakteristik-karakteristik orang Jerman seperti berikut ini, agar kita dapat memeberikan reaksi secara tepat:

  •  Orang Jerman akan hadir pada pertemuan dengan pakaian rapi dan dengan penampilan berdisiplin. Kita harus menyesuaikan diri dengan hal ini.
  • Mereka akan memperhatikan susunan tempat duduk secara hierarkis dan urut bicara.
  • Mereka akan hadir dengan persiapan yang baik mengenai urusan yang dibicarakan, dan mengharapkan kita melakukan hal yang sama.
  • Mereka akan mengajukan argument yang logis dan penting untuk mendukung masalah mereka.
  • Mereka sering memikirkan kemungkinan serangan balasan kita dan siap dengan lini serangan kedua.
  • Mereka tidak akan mengakui kasus atau argument mereka dengan mudah, tetapi cendrung mencari persamaan pendapat. Ini sering merupakan pendekatan anda yang terbaik untuk mencapai kemajuan. Bentrokan dengan perusahaan Jerman yang cukup besar jarang membuahkan hasil.
  • Mereka yakin bahwa mereka lebih efisien, daripada orang lain dan tidak mudah mengubah pendapat.
  • Mereka menggolong-golongkan argument mereka. Setiap anggota membicarakan kekhususannya. Mereka berharap pihak anda melakukan hal yang sama.
  • Mereka tidak mencampuri ucapan seorang kolega dan biasanya menunjukkan kerja sama yang baik. Akan tetapi, mereka saling membantah secara peribadi di antara sesi-sesi. Karena wajah mereka tidak menyembunyikan perasaan, anada dapat dengan mudah mengetahui perbedaan pendapat diantara mereka melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka.
  • Seperti orang Jepang, mereka suka membicarakan kembali rincian berulang-ulang. Mereka ingin menghindarkan kesalahan-pahaman di kemudian hari, dan kita harus sabar.
  • Mereka tidak suka terburu-buru.
  • Mereka suka membuat keputusan dalam pertemuan (tidak seperti orang Jepang atau Prancis), tapi mereka selalu berhati-hati.
  • Mereka biasanya patuh pada apa yang telah mereka setujui secara lisan.
  • Jika kita mengadakan penjualan kepada mereka, mereka akan bertanya pada kita dengan agresif mengenai hal-hal yang dianggap sangat penting oleh orang Jerman, seperti kualitas barang, tanggal pengiriman, dan harga yang bersaing,. Bersiaplah.
  • Pada akhirnya, mereka mengharapkan untuk mendapatkan harga terbaik (yang paling murah). Mereka mungkin hanya memberi kita bisnis kecil “percobaan”. Ambillah, hal itu akan menghasilkan bisnis yang lebih besar pada waktu mendatang jika mereka merasa puas.
  • Mereka akan bersungguh-sungguh mencari kekuarangan dalam produk atau pelayanan kita, dan akan mengkritik anda secara terbuka (bahkan secara energik) jika klaim anda tidak sesuai. Samapaikanlah permohonan maaf bila kita gagal dalam hal ini. mereka senang menerima permohonan maaf karena hal ini membuat mereka merasa lebih baik. Juga, kita harus mengimbangi.
  • Mereka bisa sangat sensitive untuk mengkritik diri mereka sendiri. oleh karena itu anda harus berusaha menghindari tindakan yang membuat mereka malu, bahkan tindakan yang mungkin dilakukan tanpa disadari.
  • Gunakan nama keluarga saja dan tunjukkan penghormatan atas gelar mereka. Banyak sekali Doktor di Jerman.
  • Jangan memperkenalkan humor atau lelucon selama pertemuan bisnis. Mereka bukan orang Amerika, mereka tidak suka bercanda. Bisnis adalah serius. Ceritakanlah kisah-kisah lusu setelah pertemuan, pada saat minum bir. Kita akan menemukan banyak cerita mereka yang lucu dan kasar. Tertawalah dengan cara yang terbaik.
  • Mereka akan membuat catatan dan kembali dengan persiapan yang matang pada hari berikutnya. Akan menguntungkan bagi kita untuk melakukan hal yang sama.
  • Orang Jerman biasanya mempunyai kecakapan bahasa yang baik (terutama bahasa Inggris dan bahasa Prancis) tetapi mereka sering kurang pengetahuan mengenai budaya asing (mereka mungkin lebih sedikit pengetahuan hal-hal tentang negara kita dibandingkan dengan yang kita kira). Mereka senang menggunakan bahasa Jerman kapanpun mereka dapat.
  • Mereka biasanya yakin bahwa mereka adalah bangsa yang paling jujur, dapat dipercaya, dan tulus hati di seluruh dunia, juga dalam negosiasi bisnis. Tunjukkan pada mereka bahwa dalam hal ini anda sederajat dengan mereka.

Orang jerman memang tulus dan mereka menganggap bahwa orang lain juga demikian. Mereka sering kecewa karena orang lain yang lebih menyukai pendekatan yang asal-asalan atau sembrono terhadap kehidupan tidak terlalu memberikan jawaban yang serius terhadap pertanyaan yang serius. Orang Jerman cendrung melakukan pencarian yang lama akan arti kehidupan yang sebenarnya dan suka menghasilkan waktu mereka untuk hal-hal yang menguntungkan, baik untuk memperkaya simpanan kekayaan atau jiwa mereka.

Dalam keseriusan mereka, mereka berusaha keras untuk menjadi warga yang patuh dan yang tidak membuat masalah. Di negara yang ramai ini, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat umum memang sangat kuat. Orang Jerman tidak ingin dipandang sebagai orang yang tidak konvensional atau tidak lazim. Mereka tidak berhasrat untuk menjadi eksentrik (seperti orang-orang Inggris, Prancis atau Amerika). Orang Jerman berusaha untuk tidak membuat kesalahan dan biasanya berhasil. Jika anda membuat kesalahan, mereka akan mengatakannya kepada kita. Mereka tidak kasar-ini adalah hasrat mereka yang tidak dapat dihentikan akan keteraturan dan kesesuaian. Orang Jerman suka keadilan dan mereka sering melakukan sesuatu untuk menunjukkan betapa adilnya mereka.

Orang Jerman sering tampil sebagai orang yang hebat dan tanpa humor bagi orang Anglo-Suxon yang suka bersikap sembrono dalam percakapan. Orang Jerman tidak memiliki kecanduan seperti Inggris dan orang Amerika terhadap cerita lucu dan lelucon. Mereka menginginkan jalinan persahabatan yang kuat dan tertarik pada masalah-masalah kehidupan  dan misteri yang membingungkan. Orang Anglo-Saxon tidak selalu mengetahui cara menjalin persahabatan yang cepat dengan mereka. Akan tetapi, ketika mereka berhasil memasuki struktur persahabatan Jerman yang agak rumit, mereka menemukan banyak ganjaran. Orang Jerman pada umumnya adalah teman yang sejati dan setia, yang luar biasa bertahan. Dari luar mereka tampak berwajah masam dan berhati-hati. Padahal sebenarnya mereka menginginkan kasih sayang dan popularitas. Seperti kita, mereka ingin dihormati,. Ketika mereka menemukan bahwa orang-orang Inggris, Amerika atau Prancis—yang tampaknya acuh tak acuh (easy going) dan lucu—juga dapat sesetia orang Jerman, mereka merasa senang dab menerima. Persahabatan orang Jerman memang merupakan investasi yang sangat berharga.

Kesimpulan

Perjalanan panjang dimasa perang dunia memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap budayanya. selama 12 tahun kepemimpinan Hitler, Jerman dianggap sebagai penjahat perang di eropa. jerman telah melewai masa yang panjang samapai menemukan karakteristik komunikasi bisnis.

Walaupun Bangsa Jerman yang memiliki sejarah yang cukup kelam, hal itu tidak menjadikan Jerman semakin terpuruk. Hal yang terjadi ialah sebaliknya, Jerman selalu belajar dari masa lalu, belajar dari sejarah dan sampai sekarang Jerman menjadi negara yang maju. Peningkatan ekomoni yang ada pada negara ini juga berkat pembentukan karakter budaya bangsa ini khususnya dalam kegiatan komunikasi bisnis. Karakteristik dari budaya bisnis negara ini pun sangat kental dengan jati diri dari orang-orang yang membangun dan merintis negara ini menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbaik diantara negara-negara maju yang ada di dunia seperti Amerika, Perancis, Inggris, Jepang maupun negara-negara timur tengah.

Karaktristik budaya bisnis Jerman adalah bersikap monokronik terhadap penggunaan waktu, misalnya hasrat menyelesaikan serangkaian tindakan sebelum memulai tindakan lain; keyakinan yang kuat bahwa mereka adalah negosiator yang jujur dan terus terang; dan cendrung bersikap lugas dan menyampaikan ketidak stujuan secara terbuka daripada menunjukkan kesopanan atau diplomasi.

Perusahaan Jerman adalah entitas tradisional yang bergerak lambat, yang dibebani oleh petunjuk-petunjuk, sistem dan jalur-jalur hierarkis yang oleh orang-orang Eropa dan Amerika Serikat dianggap terlalu kaku dan ketinggalan zaman. Hierarki bersifat perintah.

Bos pada orang Jerman adalah orang yang punya privasi tinggi. Interaksi hanya disampaikan kepada bawahan langsung, dan disimpan dengan kaku pada bagian (departemen) seseorang. Orang Jerman bisa sangat sensitive dalam hal persaingan bagian. Jika anda menghina orang Jerman, ia akan mengingatnya untuk waktu yang panjang. Orang Jerman sangat menghormati harta milik dan kekayaan. Orang Jerman akan hadir pada pertemuan dengan pakaian rapi dan dengan penampilan berdisiplin.

Mereka tidak akan mengakui kasus atau argument mereka dengan mudah, tetapi cendrung mencari persamaan pendapat. Ini sering merupakan pendekatan anda yang terbaik untuk mencapai kemajuan. Bentrokan dengan perusahaan Jerman yang cukup besar jarang membuahkan hasil. Mereka yakin bahwa mereka lebih efisien, daripada orang lain dan tidak mudah mengubah pendapat. Mereka menggolong-golongkan argument mereka. Setiap anggota membicarakan kekhususannya.

Seperti orang Jepang, mereka suka membicarakan kembali rincian berulang-ulang. Mereka ingin menghindarkan kesalahan-pahaman di kemudian hari. Mereka tidak suka terburu-buru. Mereka suka membuat keputusan dalam pertemuan (tidak seperti orang Jepang atau Prancis), tapi mereka selalu berhati-hati. Mereka biasanya patuh pada apa yang telah mereka setujui secara lisan.

Jika kita mengadakan penjualan kepada mereka, mereka akan bertanya pada kita dengan agresif mengenai hal-hal yang dianggap sangat penting oleh orang Jerman, seperti kualitas barang, tanggal pengiriman, dan harga yang bersaing. Mereka akan bersungguh-sungguh mencari kekurangan dalam produk atau pelayanan kita, dan akan mengkritik anda secara terbuka (bahkan secara energik) jika klaim anda tidak sesuai. Mereka bisa sangat sensitive untuk mengkritik diri mereka sendiri.

Jangan memperkenalkan humor atau lelucon selama pertemuan bisnis. Mereka akan membuat catatan dan kembali dengan persiapan yang matang pada hari berikutnya. Akan menguntungkan bagi kita untuk melakukan hal yang sama. Orang Jerman biasanya mempunyai kecakapan bahasa yang baik (terutama bahasa Inggris dan bahasa Prancis).

Mereka biasanya yakin bahwa mereka adalah bangsa yang paling jujur, dapat dipercaya, dan tulus hati di seluruh dunia, juga dalam negosiasi bisnis. Orang jerman memang tulus dan mereka menganggap bahwa orang lain juga demikian. Dalam keseriusan mereka, mereka berusaha keras untuk menjadi warga yang patuh dan yang tidak membuat masalah.

Orang Jerman tidak memiliki kecanduan seperti Inggris dan orang Amerika terhadap cerita lucu dan lelucon. Mereka menginginkan jalinan persahabatan yang kuat dan tertarik pada masalah-masalah kehidupan  dan misteri yang membingungkan.

Sumber:

http://terinspirasikomunikasi.blogspot.com/2014/02/etos-kerja-dan-karakteristik-budaya.html

Tugas 4 Etika dan Profesionalisme TSI

Sebutkan jenis profesi teknologi informasi di indonesia dan buat perbandingan dengan negara lain!

Secara garis besar, profesi-profesi dibidang IT digolongkan menjadi 4 jenis yaitu :

  •     Network System (Bagian Sistem Jaringan)

Dalam bagian sistem jaringan ini kita juga dapat menyebutkan contoh jenis profesi yang termasuk dalam bagian ini yaitu; Network Administrator, Teknisi jaringan, PC Support, Analis Data Komunikasi, Administrator Keamanan jaringan. Pada bagian ini peluang dalam dunia kerja masih banyak sekali di butuhkan oleh perusahaan IT maupun non-IT.

  •     Informatian Support and Service (Pelayanan Informasi dan Dukungan)

Bagian Profesi pekerjaan ini membantu kita untuk memperoleh data dan informasi, Bagian ini juga meliputi custumer service helpdek, kemudian teknikal support yang bekerja untuk membantu proses pekerjaan jika ada yang bermasalah dengan komputer secara umum. Kemudian Database Administrator yang sangat di perlukan untuk mengatur data-data yang di miliki oleh sebuah oraganisasi maupun perusahaan.

  •     Interactive Media (Bagian Media Interaktif)

Berhubungan dengan media merupakan salah satu karakteristik dalam dunia informasi, semua harus menggunakan media. Jadi bagian web development, web desain, penggambar 3D, dan jenis pekerjaan yang sedikit membutuhkan seni sangat di perlukan pada jenis profesi dalam bidang tekhnologi informasi ini. Gaji yang di tawarkan pun cukup besar sekali jika anda master dalam bidang ini.

  •     Programming Software Enginerring (Bagian Teknik Pemogramman Software)

Dunia komputer tidak lepas dengan namanya program, jika dunia komputer tanpa program, sama saja manusia tanpa otak. Jadi bidang programmer dan system analis sangat di perlukan sekali dalam bidang komputer. Jenis bidang IT yang memiliki gaji lumayan besar terletak pada bidang ini.

Perbandingan dengan Negara Lain

Model British Computer Society (BCS)

BCS merupakan suatu model yang komprehensif, tetap berlangsung dan mudah dipahami. Namun, bukan suatu sistem sertifikasi, melainkan suatu model yang menjadi acuan program pengembangan profesi. Sertifikasi model ini hanya meliputi beberapa fungsi dari sistem spesialis, prog rammer, dan sistem analis.

Model BCS mengklasifikasikan pekerjaan IT ke dalam beberapa tingkatan, yaitu:

Level 0. Unskilled Entry

Level 1. Standard Entry

Level 2. Initially Trainded Practitioner

Level 3. Trained Practitioner

Level 4. Fully Skilled Practitioner

Level 5. Experienced Practitioner/Manager

Level 6. Specialist Practitioner/Manager

Level 7. Senior Specialist/Manager

Level 8. Principal Specialist/Experienced Manager

Level 9. Senior Manager/Director

Setiap sel dari model BCS/ISM ditentukan berdasarkan :

  • Latar belakang akademik,
  • Pengalaman dan tingkatan keahlian,
  • Tugas dan atribut, dan
  • Pelatihan yang dibutuhkan.

Model Japan Information Technology Engineer Examination (JITEE)

Model JITEE ini komprehensif, tetapi tidak ada yang tertulis dalam bahasa Inggris. Berdasarkan kemungkinan yang tercocok pemetaan dilakukan terhadap model BCS, dan Japan IT Engineer Model.Model ini mendefenisikan setiap cell berdasarkan atas fungsi, pengalaman, serta pengetahuan ,keahilian, dan kemampuan. Sertifikasi dari model ini melakukan pemetaan cukup komprehensif dengan model SRIG-PS.

 kklasifikasi-jitee

jitee

(a) Pembagian Kerja Menurut JITEE ; (b) Pemetaan UntukSpesialis Terhadap Model JITEE

Singapore Computer Society (Profesional Code of Conduct)

singapura

Pada model Singapore ini juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas. Misalnya tingkatan pada System development -nya, yaitu:

  • Programmer
  • Analyst/Programmer
  • Senior Analyst/Programmer
  • Principal Analyst/Programmer
  • System Analyst
  • Senior System Analyst
  • Principal System Analyst
  • Development Manage

Malaysian Computer Society (Code of Profesional Conduct)

malaysia

Model Malaysia ini mirip dengan model Singapore membedakan posisi pekerjaan pada berbagai sektor bisnis. Namun, keduanya memuliki perbedaan dalam melakukan ranking senioritas, misalnya tingkatan untuk System Development-nya adalah:

  • Programmer
  • System Analyst/Designer
  • System Development Executive

Model Singapore dan Malaysia memiliki banyak kesamaan dan dapat diintegrasi, dengan pembagian sebagai berikuti :

  • System Development
  • Computer Operations
  • Sales, Marketing and Services
  • Education and Trainings
  • Research and Developments
  • Spesialist Support
  • Consultancy

Jelaskan sertifikasi profesi di bidang Teknologi Informasi

Adanya standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan (skill) calon pegawai atau pegawainya. Adanya inisiatif untuk membuat standar dan sertifikasi sangat dibutuhkan. Namun masih terdapat permasalahan seperti beragamnya standar dan sertifikasi. Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan yang resmi dari pemerintah atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di industri, yang sering juga disebut vendor certification.

Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi.

Jenis sertifikasi
Pada dasarnya ada 2 jenis sertikasi yang umum dikenal di masyarakat, yaitu :

  • Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi) yang memberiakn gelar, Sarjana, Master dll
  • Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu unutk profesi tertentu.

Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :

  • Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc
  • Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
  • Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Contoh institusi yang menyelenggarakan sertifikasi yang berorientasi pada pekerjaan, antara lain:

Institute for Certification of Computing Professionals (ICCP)     
Merupakan badan sertifikasi profesi teknologi informasi di Amerika. ICCP melakukan pengujian terhadap 19 bidang minat, diantaranya adalah bussiness information system, office information system, internet, system development, dan software engineer.

Beberapa contoh sertifikasi dari ICCP adalah :

  • CDP (Certified Data Processor) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang memiliki orientasi pekerjaan bidang pemrosesan data.
  •  CCP (Certified Computer Programmer) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang bekerja sebagai programer.
  • CSP (Certified Systems Professional) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang bekerja pada bidang analis desain dan pengembangan komputer berbasis komputer.

Institute for Certification of Computing Professionals (CompTIA)
Merupakan Asosiasi industri teknologi komputer yang beranggotakan antara lain: Microsoft, Intel, IBM, Novell, Linux, HP, dan CISCO. Asosiasi ini memberikan sertifikasi di berbagai bidang, misalnya network support, dan computer technical.

Adapun beberapa sertifikasi yang diberikan adalah :

  • A+ (Entry Level Computer Service) merupakan sertifikasi untuk profesional yang memiliki orientasi pekerjaan di bidang teknisi komputer.
  • Network+ (Network Support and Administration) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang memiliki orientasi pekerjaan bidang jaringan komputer.
  • Security+ (Computer and Information Security) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang memiliki orientasi pekerjaan di bidang keamanan komputer.
  • HTI+ (Home Technology Installation) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang memiliki orientasi pekerjaan di bidang instalasi sampai pada pemeliharaan dan teknisi home technology.
  • IT Project+ (IT Project Managemant) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang memiliki orientasi pekerjaan dalam manajemen proyek di bidang teknologi informasi.

Sertifikasi Berorientasi Produk
1. Sertifikasi Microsoft
Jenis-jenis Sertifikasi Microsoft :
* Microsoft Certified Desktop Support Technicians ( MCDSTs )
* Microsoft Certified Systems Administrator ( MCSAs )
* Microsoft Certified Systems Engineer ( MCSes )
* Microsoft Certified Database Administrator ( MCDBAs )
* Microsoft Certified Trainers ( MCTs )
* Microsoft Certified Application Developers ( MCADs )
* Microsoft Certified Solution Developers ( MCSDs )
* Microsoft Office Specialists ( Office Specialist )

2. Sertifikasi Java
Jenis-Jenis Sertifikasi Java :
Sun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah: * Sun Certified Programmer
* Sun Certified Developer
* Sun Certified Architect.

3. Sertifikasi Oracle
Jenis-jenis Sertifikasi Oracle :
* Oracle Certified Associate ( OCA )
* Oracle Certified Professional ( OCP )
* Oracle Certified Master ( OCM )

4. Sertifikasi CISCO
Jenis-jenis Sertifikasi CISCO :
* Cisco Certified Networking Associate ( CCNA )
* Cisco Certified Networking Professional ( CCNP )
* Cisco Certified Internetworking Expert ( CCIA )

Sumber :