Kemacetan di Jakarta

Jakarta adalah ibu kota Indonesia yang sangat padat dengan jumlah penduduknya yang pada pagi harinya hampir 8 juta orang. Sedangkan pada siang hari penduduk Jakarta bertambah menjadi 12 juta orang. Ini dikarenakan pengunjung yang membludak ke Jakarta. Pengunjung itu adalah para pegawai dan Mahasiswa yang bertempat tinggal di sekitar Jabodetabek tetapi melakukan aktivitasnya di Jakarta. Mobilitas pengunjung Jakarta yang setiap harinya meningkat dan membludak ini seharusnya diimbangi dengan pesatnya perkembangan sistem transportasi Jakarta yang modern. Modern disini maksudnya adalah, sistem transportasi yang cepat dan efisien. Sistem transportasi tersebut sangat dibutuhkan agar tidak terjadinya kemacetan yang selalu menghantui kota Jakarta di setiap harinya.

Banyak faktor yang bisa terjadi akibat kemacetan di Jakarta, diantaranya adalah :

  • Kurangnya kesadaran PemKot Jakarta untuk membangun sistem transportasi yang modern
  • Lebih banyak kendaraan pribadi daripada kendaraan umum
  • Tidak dikembangkannya kendaraan umum
  • Pembangunan-pembangunan Jakarta yang tidak proporsional

Rasio kendaraan-kendaraan pribadi di Jakarta setiap tahunnya selalu meningkat dan Pemerintah tidak pernah bisa menanganinya. Jumlah tersebut berbeda jauh dengan jumlah kendaraan umum yang ada di Jakarta. Dari total tersebut, kendaraan umum hanya berjumlah 2% dari seluruh kendaraan dijakarta. Rasio perbandingan kendaraan pribadi dan kendaraan umum adalah 98% berbading 2%, sebuah perbandingan dari volume penggunaan jalan yang didominasi kendaraan pribadi.

Yaa bisa dilihat di gambar dan ilustrasi diatas bahwa kemacetan di Jakarta merupakan momok dan mimpi buruk yang menakutkan bagi semua orang. Bagaimana tidak? Setiap pagi warga Jakarta harus dihadapkan pada kemacetan, yang membuat mereka harus telat untuk sampai tempat tujuan mereka. Dan ketika pulang melakukan aktivitasnya, kemacetan akan lebih parah terjadi. Kemacetan bisa menghabiskan waktu 2 jam, bahkan di tempat-tempat tertentu yang tingkat kemacetannya sangat parah seperti di Jalan Jendral Sudirman, kemacetan akan bisa lebih lama dari itu.

Sebenarnya, jika ada niat, Pemerintah Kota Jakarta bisa mengambil contoh dari negara-negara lain yang telah sukses mengatasi kemacetan. Solusi tersebut diantaranya :

  • Pendanaan pengembangan infrastuktur
  • Menjadwalkan setiap kendaraan pribadi yang boleh beroperasi, maksudnya adalah, Pemerintah Kota Jakarta menjadwalkan setiap kendaraan pribadi melalui plat nya.
  • Subsidi pengguna angkutan umum
  • Aturan penyediaan lahan untuk kepentingan publik
  • Membuat jalan khusus pengendara sepeda
  • Perilaku dan mental pengguna transportasi, pemakai jalan, awak tranportasi, polisi, dllaj semua yang berkaitan dengan hubungan darat harus dan wajib dibenahi
  • Permahal tarif parkir dan BBM untuk kendaraan pribadi
  • Tidak memberikan subsidi untuk kendaraan pribadi
  • Traffic management dan rekayasa traffic harus ditingkatkan fungsinya

Tentu saja, semua penduduk Jakarta berharap mereka akan mendapatkan Jakarta yang bebas dari macet. Tetapi, setiap rencana akan berhasil bila ada kerjasama antara Penyedia dan Penggunanya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s