Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan menalnjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.

Pemuda memiliki banyak masalah-masalah, masalah tersebut bervariasi. Mulai dari masalah keluarga, teman dan sekolah. Dengan begitu, pemuda dituntut untuk bisa mengimbangi dan menyelesaikan masalahnya dengan pemikiran yang matang dan dengan cara yang dewasa.

Pemuda juga memiliki potensi-potensi yang kuat yang ada dalam dirinya. Setiap potensi itu akan menjadi suatu nilai positif bila dikembangkan menurut minat dan bakatnya. Dengan begitu, pemuda akan selalu menjadi yang terbaik ditempatnya, dan di generasi mendatang sebagai satu acuan dalam kehidupannya. Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah:

  • Idealisme dan daya kritis
  • Dinamika dan kreativitas
  • Keberanian mengambil resiko
  • Optimis dan kegairahan semangat
  • Sikap kemandirian dan disiplin murni
  • Terdidik
  • Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
  • Patriotisme dan Nasionalisme
  • Sikap kesatria
  • Kemampuan penguasaan IPTEK

 

Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengan-tengah kehidupan masyarakatnya, oleh karena itu pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses kematangan dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi yang ada di masyarakat, seorang pemuda harus mampu menseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakatm dan tetap mempunyai motivasi sosial yang tinggi.

Tujuan pokok sosialisasi adalah :

  • Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
  • Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
  • Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  • Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat umumnya.

 

Faktor lingkungan bagi pemuda dalam proses sosialisasi memegang peranan penting, karena dalam proses sosialisasi pemuda terus berlanjut dengan segala daya imitasi dan identitasnya. Pengalaman demi pengalaman akan diperoleh pemuda dari lingkungan sekelilingnya. Lebih-lebih pada masa peralihan dari masa muda menjelang dewasa, dimana sering terjadi konflik nilai, wadah pembinaan harus bersifqat fleksibel, maupun dan mengerti dalam membina pemuda haruus mematikan jiwa mudanya yang penuh dengan fasilitas hidup.

Source : Buku ISD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s