Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang tinggal di suatu tempat dengan melakukan setiap aktivitasnya, berinteraksi antar manusia dan membentuk jaringan-jaringan yang berbeda atas agama, suku, ras dll.

Masyarakat membentuk dirinya dari keluarga intinya, terbentuk watak dan sifatnya dari sana. Masyarakat bisa menilai orang lain disekitarnya. Sifat dan wataknyalah yang membentuk citranya atas dunia luar, baik atau buruknya.

Masyarakat sangat banyak jenisnya, jika dilihat dari lokasi, jenis masyarakat terbagi atas 2 yaitu :

Masyarakat Pedesaan adalah sekumpulan orang yang hidup di daerah pedesaan. Masyarakat pedesaan biasanya hidup lebih sederhana, menikmati seutuhnya anugerah Tuhan yang telah diberikan. Masyarakat pedesaan memanfaatkan alam yang ada, kekayaan alam yang melimpah ruah yang selalu bisa menjadi mata pencaharian mereka. Masyarakat pedesaan lebih kental akan keagamaan dan rasa persaudaraannya, mereka sangat ramah pada sesama. Tidak pandang bulu kepada orang lain. Kesungguhan dan kesetiaan kepada adat-istiadat sangatlah baik, mereka sangat percaya mewarisi tradisi nenek moyang adalah suatu hal yang mencirikan suatu daerah dan mendatangkan devisa yang menguntungkan bagi daerahnya. Itulah salah satu alasan mengapa para turis asing lebih suka mengunjungi daerah-daerah di pedesaan. Mereka menyukai pemandangan alam, keramahan dan rasa tradisional yang tinggi. Mata pencaharian masyarakat pedesaan lebih banyak bertani dan berdagang di pasar tradisional.

Dapat disimpulkan, desa merupakan wilayah yang terpenting dari suatu Negara. Dengan segala kelebihannya, desa bisa mendatangkan devisa yang sangat menguntungkan bagi daerahnya.

Masyarakat Perkotaan adalah sekumpulan orang yang hidup di daerah perkotaan yang padat, besar dan permanen. Masyarakat perkotaan lebih cuek terhadap sesama dikarenakan dihuni oleh orang-orang yang heterogen tingkat sosialnya. Masyarakat perkotaan memandang setiap kehidupannya lebih jauh dan modern. Segala sesuatunya dilakukan dengan cara yang sempurna. Memang, pada umumnya masyarakat perkotaan lebih perfeksionis. Masyarakat perkotaan bergelimangan informasi, membuat mereka lebih dalam mengetahui tentang apa saja yang terbaru di dunia ini dengan akses yang sangat mudah. Masyarakat perkotaan lebih maju. Masyarakat perkotaan disebut juga dengan “gila kerja”. Mereka mencintai pekerjaannya, mencintai jabatannya, mencintai uang dan segala kekayaannya. Dengan tingkat ke-heterogen-an yang tinggi membuat masyarakat perkotaan mengenal orang lain dengan suatu jalan suatu misi. Mengenal apakah orang itu menguntungkan atau tidak jika dikenal. Masyarakat perkotaan lebih berkelompok, misalya membuat komunitas yang sama dengan jenjang sosialnya.

Dapat disimpulkan dengan jelas bahwa masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan sangatlah berbeda. Masyarakat pedesaan masih tradisional sedangkan masyarakat perkotaan lebih modern. Perbedaan keduanya lebih bersifat gradual. Tetapi, perbedaan-perbedaan itu sangatlah indah jika diimbangi dengan saling menghargai dan persamaan atas jenjang sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s