Pemuda

Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Pemuda merupakan harapan bangsa yang akan melanjutkan segala kepentingan Negara. Pemuda terbentuk di keluarganya, sifat dan wataknyalah yang membentuk citranya di dunia luar, baik dan buruknya.

Dasar pemikiran pemuda memang terbentuk di dalam keluarga intinya, tetapi dunia luarnya juga sangat berperan penting dalam pembentukan karakternya. Misalnya saja di Sekolah, pemuda akan menemukan banyak orang yang bersifat dan berwatak beda. Pemuda sangat rentan akan hal baru, mereka akan selalu mencari tahu. Pada masa ini mereka suka mencoba-coba. Entah sesuatu yang baik ataukah buruk. Banyak pemuda yang tidak bisa mengimbangi pergaulannya dan banyak juga yang bergaul dengan orang-orang yang salah. Tetapi semuanya akan baik jika sejak kecil para pemuda telah ditanamkan nilai-nilai agama yang kuat. Agar pada saat dewasa mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Saya termasuk pemuda, saya adalah Mahasiswa Baru. Dan saya sangat merasakan perubahan yang sangat drastis pada lingkungan saat ini. Sangat berbeda dengan masa SMA dulu. Saya mengenal banyak orang dengan berbeda watak dan pergaulan. Dan disini mental Mahasiswa Baru pasti diuji.

Pemuda merupakan perlalihan dari usia remaja menuju usia dewasa. Pemikiran yang berbeda, lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakkan. Pemuda selalu dipaksa untuk menghadapi masalah dengan sikap yang dewasa, tanpa emosi dan kepala dingin. Tetapi masih banyak pemuda yang belum bisa seperti itu. Contohnya saya, terkadang saya merasa kesal dan marah walaupun itu tidak di depan orang lain. Saya akan menghilang ketika saya marah dan tidak banyak biacara seperti biasanya. Yaa, itu suatu yang manusiawi, ketika sorang remaja yang masih Labil menghadapi masalah yang tidak rumit, namun tidak mudah untuk menyelesaikannya. Tetapi akan lebih baik jika seorang Pemuda harus bermental Pemuda sejak disebut Pemuda. Banyak juga yang meluapkan emosinya secara berlebihan. Misalnya saja, bertengkar hebat dengan teman karena hal sepele. Menurut saya itu suatu hal yang amat aneh ketika seseorang disebut dewasa tetapi belum bisa menunjukkan kedewasaannya saat ia tengah emosi. Dewasa itu tidak hanya pada saat seseorang sedang senang atau dalam keadaan emosi yang normal, tetapi kedewasaan juga sangat diperlukan saat tingkat emosi yang tinggi. Tapi saya sangat mengerti, karena setiap orang berbeda-beda. Baik dalam menempatkan dirinya dalam masalah dan menyelesaikan masalah tersebut.

Ada juga pemuda yang terlalu berlebihan dalam meluapkan emosinya. Misalnya saja, para siswa yang tawuran. Mereka meluapkan emosi tersebut dengan sangat hebat. Itu suatu hal yang memalukan. Ketika seseorang masih memakai baju sekolah lengkap dengan lokasi sekolahnya lalu melakukan suatu hal yang menurut saya sangat buruk. Membawa benda tajam dan dipakai untuk melukai orang lain. Tidak hanya siswa yang tergolong masih ABG, Mahasiswa yang tergolong “sudah dewasa” pun ada yang melakukan hal buruk ini. Ah, tidakkah masih banyak hal posotif yang bisa dilakukan selain tawuran? Selain merusak moral dan merusak nama baik sendiri?

Yang saya tau dan saya alami, Pemuda memiliki semangat yang tinggi. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan dengan semangat itu. Pemuda lebih memiliki banyak kesempatan dibandingkan dengan orang tua. Pada masa ini, pemuda bisa menciptakan ide-ide dan kreativitas-kreativitas yang bisa membawa pada prestasi dirinya. Contohnya saja Ario Pratomo, Enterpreneur muda Asia terbaik berusia 25 tahun yang telah memiliki Perusahaan Penjualan Ruang Kargo.

Bukankah memang sudah seharusnya kita sebagai Pemuda menciptakan kreativitas dan ide-ide tersendiri dan selalu melakukan hal positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s